Unknown
On Rabu, 24 September 2014
Pengertian Client Server
Client merupakan sembarang sistem atau proses yang
melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server sedangkan server ialah,
sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta olehclient.
Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.
Sistem client server didefinisikan sebagai sistem
terdistribusi, tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu :
1. Servis (layanan)
· Hubungan
antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda
·
Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya
·
Server sebagai provider, client sebagai konsumen
2. Sharing resources (sumber daya): Server bisa
melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama
untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.
3. Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris
): Many-to-one relationship antara client dan server.Client selalu
menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara
pasif request dari client.
4. Transparansi lokasi: Proses yang
dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang
berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.
5. Mix-and-Match : Perbedaan server client platforms
6. Pesan berbasiskan komunikasi; Interaksi
server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan
jawaban.
7. Pemisahan interface dan implementasi: Server bisa
diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang diterbitkan
tidak berubah.
- Client Server System
- Client / Server Application
Perbedaan Tipe Client-Server
1. File Servers
- File server vendors mengklaim bahwa mereka pertama menemukan istilah client-server.
- Untuk sharing file melalui jaringan
2. Database Servers
- Client mengirimkan SQL requests sebagai pesan pada database server,selanjutnya hasil perintah SQL dikembalikan.
- Server menggunakan kekuatan proses yang diinginkan untuk menemukan data yang diminta dan kemudian semua record dikembalikan pada client.
3. Transaction Servers (Transaksi Server)
- Client meminta remote procedures yang terletak pada server dengan sebuah SQL database engine.
- Remote procedures ini mengeksekusi sebuah grup dari SQL statement
- Hanya satu permintaan / jawaban yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi
4. Groupsware Servers
- Dikenal sebagai Computer-supported cooperative working
- Manajemen semi-struktur informasi seperti teks, image, , bulletin boards dan aliaran kerja
- Data diatur sebagai dokumen
5. Object Application Servers
- Aplikasi client/server ditulis sebagai satu set objek komunikasi
- Client objects berkomunikasi dengan server objects melalui Object Request Broker (ORB)
- Client meminta sebuah method pada remote object
6. Web Application Servers (Aplikasi Web Servers)
- World Wide Web adalah aplikasi client server yang pertama yang digunakan untuk web.
- Client dan servers berkomunikasi menggunakan RPC seperti protokol yang disebut HTTP.
Fungsi client server
Dalam konteks basis data, client mengatur interface berfungsi sebagai workstation tempat menjalankan aplikasi basis data. Client menerima permintaan pemakai, memeriksa sintaks dan generate kebutuhan basis data dalam SQL atau bahasa yang lain. Kemudian meneruskan pesan ke server, menunggu response dan bentuk response untuk pemakai akhir. Server menerima dan memproses permintaan basis data kemudian mengembalikan hasil ke client.
Proses-proses ini melibatkan pemeriksaan autorisasi,
jaminan integritas, pemeliharaan data dictionary dan mengerjakan query serta
proses update. Selain itu juga menyediakan kontrol terhadap concurrency dan
recovery.
Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :
· Memungkinkan
akses basis data yang besar
· Menaikkan
kinerja
· Jika client dan server
diletakkan pada komputer yang berbeda kemudian CPU yang
berbeda dapat memproses aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah merubah mesin server jika hanya memproses
basis data.
· Biaya untuk hardware dapat dikurangi
· Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan proses
yang cukup untuk menyimpan dan mengatur basis data
· Biaya
komunikasi berkurang
· Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan mengirimkan
hanya bagian yang dibutuhkan untuk akses basis data melewati jaringan,
menghasilkan data yang sedikit yang akan dikirim melewati jaringan
· Meningkatkan
kekonsistenan
· Server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga batasan perlu
didefinisikan dan validasi hanya di satu tempat, aplikasi program mengerjakan
pemeriksaan sendiri
· Map
ke arsitektur open-system dengan sangat alami
Berikut ini adalah ringkasan fungsi client-server
Client
• Mengatur user interface
• Menerima dan memeriksa sintaks input dari pemakai
• Memproses aplikasi
• Generate permintaan basis data dan memindahkannya ke server
• Memberikan response balik kepada pemakai
• Menyediakan akses basis data secara bersamaan
• Menyediakan kontrol recovery
Server
• Menerima dan memproses basis data yang diminta dari client
• Memeriksa autorisasi
• Menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap integrity constraint
• Melakukan query/pemrosesan update dan memindahkan response ke client
• Memelihara data dictionary
Aplikasi client server
Istilah arsitektur mengacu pada desain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu system ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi.
Macam-macam arsitektur aplikasi Client-Server beserta
kelebihan dan kekurangannya yaitu:
1. Standalone (one-tier)
Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host. Walaupun computer client dipakai untuk mengakses mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi pada mesin ini, dan karena mereka “dump- client” atau “dump-terminal”. Tipe model ini, dimana semua pemrosesan terjadi secara terpusat, dikenal sebagai berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan pada model ini. Ada dua masalah pada komputasi berbasis host: Pertama, semua pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehingga semakin banyak user yang mengakses host, semakin kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada.
Pada saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam
tahap bayi, dan umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan
mainframe. Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan
telah mulai dihapus.
Keuntungan arsitektur standalone (one-tier):
· Sangat
mudah
· Cepat
dalam merancang dan mengaplikasikan
Kelemahan arsitektur standalone (one-tier):
· Skala
kecil
· Susah
diamankan
· Menyebabkan perubahan terhadap salah satu komponen diatas tidak
mungkin dilakukan, karena akan mengubah semua bagian.
· Tidak memungkinkan adanya
re-usable component dan code.
· Cepat dalam
merancang dan mengaplikasikan
2. Client/Server (two tier)
Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyakclient dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan.
Aplikasi ditempatkan pada computer client dan mesin
database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan
permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya.
Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun
menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan
service).
Tiga komponen tersebut yaitu :
1. User Interface. Adalah antar muka program aplikasi yang
berhadapan dan digunakan langsung oleh user.
2. Manajemen Proses.
3. Database. Model ini memisahkan peranan user interface dan
database dengan jelas, sehingga terbentuk dua lapisan.
Kelebihan dari model client/server
• Mudah
• Menangani Database Server secara khusus
• Relatif lebih sederhana untuk di develop dan diimplementasikan.
• Lebih cocok diterapkan untuk bisnis kecil.
Server database berisi mesin database, termasuk tabel,
prosedur tersimpan, dan trigger (yang juga berisi aturan bisnis). Dalam system
client/server, sebagian besar logika bisnis biasanya diterapkan dalam database.
Server database manangani :
• Manajemen data
• Keamanan
• Query, trigger, prosedur tersimpan
• Penangan kesalahan
Arsitektur client/server merupakan sebuah langkah maju
karena mengurangi beban pemrosesan dari komputer sentral ke computer client.
Ini berarti semakin banyak user bertambah pada aplikasi client/server, kinerja
server file tidak akan menurun dengan cepat. Dengan client/server user dair
berbagai lokasi dapat mengakses data yang sama dengan sedikit beban pada sebuah
mesin tunggal.
Namun masih terdapat kelemahan pada model ini. Selain
menjalankan tugas-tugas tertentu, kinerja dan skalabilitas merupakan tujuan
nyata dari sebagian besar aplikasi.
Kekurangan dari model client/server :
· Kurangnya
skalabilitas
· Koneksi
database dijaga
· Tidak ada keterbaharuan kode
· Tidak ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan
transaksi skala
kecil.
· Susah di amankan.
· Lebih mahal.
3. Three Tier
Arsitektur Three Tier merupakan inovasi dari arsitektur Client Server. Pada
arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara
Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS,
WebSphere, dan sebagainya.
Application Server umumnya berupa business process
layer, dimana bisa didevelop menggunakan PHP, ASP.Net, maupun Java. Sehingga
kita menempatkan beberapa business logic kita pada tier tersebut. Arsitektur
Three Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan menggunakan Web
Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client Side (Komputer
Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat komputer client
melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke Application Server dan
diolah berdasarkan business process-nya. Selanjutnya Application Server akan
melakukan komunikasi dengan database server.
Biasanya, implementasi arsitektur Three Tier
terkendala dengan network bandwidth. Karena aplikasinya berbasiskan web, maka
Application Server selalu mengirimkan Web Application-nya ke computer Client.
Jika kita memiliki banyak sekali client, maka bandwidth yang harus disiapkan
akan cukup besar, Sedangkan network bandwidth biasanya memiliki limitasi. Oleh
karena itu biasanya, untuk mengatasi masalah ini, Application Server
ditempatkan pada sisi client dan hanya mengirimkan data ke dalam database
server. Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke
dalam lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi mendapatkan skalabilitas,
keterbaharuan, dan keamanan.
Kelebihan arsitektur Three Tier :
· Segala sesuatu mengenai database terinstalasikan pada sisi
server, begitu pula dengan pengkonfigurasiannya. Hal ini membuat harga yang
harus dibayar lebih kecil.
· Apabila terjadi kesalahan pada salah satu lapisan tidak
akan menyebabkan lapisan lain ikut salah
· Perubahan pada salah satu lapisan tidak perlu menginstalasi
ulang pada lapisan yang lainnya dalam hal ini sisi server ataupun sisi client.
· Skala besar.
· Keamanan dibelakang firewall.
· Transfer
informasi antara web server dan server database optimal. · Komunikasi antara system-sistem
tidak harus didasarkan pada standart internet,
tetapi dapat menggunakan protocol komunikasi yang lebvih cepat dan berada pada
tingkat yang lebih rendah.
· Penggunaan middleware mendukung efisiensi query database
dalam SQL di pakai untuk menangani pengambilan informasi dari database.
Kekurangan arsitekture Three Tier :
• Lebih susah untuk merancang
• Lebih susah untuk mengatur
• Lebih mahal
4. Multi Tier
Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing. Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian dari UI. Business Logic Server biasanya masih menggunakan bahasa pemrograman terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat ini, bahasa pemrograman tersebut masih sangat mumpuni sebagai business process.
Multi-tier architecture menyuguhkan bentuk three –
tier yang diperluas dalam model fisik yang terdistribusi. Application server
dapat mengakses Application server yang lain untuk mendapat data dari Data
server dan mensuplai servis ke client Application.
Kelebihan arsitektur Multi tier :
· Dengan menggunakan aplikasi multi-tier database, maka
logika aplikasi dapat dipusatkan pada middle-tier, sehingga memudahkan untuk
melakukan control terhadap client-client yang mengakses middle server dengan
mengatur seting pada dcomcnfg.
· Dengan menggunakan aplikasi multi-tier, maka database driver
seperti BDE/ODBC untuk mengakses database hanya perlu diinstal sekali pada
middle server, tidak perlu pada masing-masing client.
· Pada aplikasi multi-tier, logika bisnis pada
middle-tier dapat digunakan lagi untuk mengembangkan aplikasi client
lain,sehingga mengurangi besarnya program untuk mengembangkan aplikasi lain.
Selain itu meringankan beban pada tiap-tiap mesin karena program terdistribusi
pada beberapa mesin.
· Memerlukan adaptasi yang sangat luas ruang lingkupnya
apabila terjadi perubahan sistem yang besar.
Kekurangan arsitektur Multi tier :
· Program
aplikasi tidak bisa mengquery langsung ke database server, tetapi harus
memanggil prosedur-prosedur yang telah dibuat dan disimpan pada middle-tier.
· Lebih mahal
Keunggulan client server
• Kecepatan akses lebih tinggi
• Sistem keamanan & administrasi lebih baik
• Sistem backup data lebih baik
• Sistem keamanan & administrasi lebih baik
• Sistem backup data lebih baik
Kelemahan Client/Server
· Biaya lebih mahal
· Dibutuhkan komputer dengan spesifikasi khusus untuk
menjadi server
· Ketergantungan terhadap server, jika server terganggu maka
keseluruhan jaringan terganggu
Client server local & secara geografis
Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation.
Client server lokal
Sedangkan LAN secara geografis maksudnya adalah local
area network yang mencakup suatu gedung, bangunan dan lain-lain.
Manfaat LAN.
· Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File
Sharing).
· Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client
(Printer Sharing).
· File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat
diakses dari dibuat berdasarkan
struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin.
· File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di
kontrol.
· Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat.
· Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat
kecil sekali.
· Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan
menggunakan E-Mail & Chat.
· Bila salah satu client/server terhubung dengan modem, maka
semua atau sebagian komputer pada jaringan LAN dapat mengakses ke jaringan
Internet atau mengirimkan fax melalui 1 modem.
Bagaimana Cara menghubungkan komputer server dan
client? sebenarnya cukup mudah yaitu sebagai berikut:
untuk
menggunakan software client diperlukan minimal 2 komputer yang terhubung dalam
jaringan LAN
- satu komputer sebagai server (diinstal software server)
- satu atau yang lain lagi client (diinstal software client)
cara setting atau pengaturan komputer server dan
komputer client
- setting IP server dengan model statis misal 192.168.1.1
- pada server buka C:\Program Files\NamaSoftware cari folder dbfile
- sharing folder tersebut full
- pada client klik icon connect database dan arahkan ke server misal \\192.168.1.1\dbfile
- pilih file db yang nampak dan klik ok
- client sudah terhubung
Untuk
mengatur otoritas user hanya dilakukan di komputer server selanjutnya program
di komputer client akan membaca sesuai pengaturan user dan password yang
dimasukkan.
Tambahan
untuk cara menghubungkan komputer server dan client pada windows 7 dan
windows vista caranya sama tetapi ada yang khusus yaitu : software server
tidak diinstal di c:\ tapi di d:\ atau lainnya asal jangan di c:\
- setting IP server dengan model statis misal 192.168.1.1
- pada server buka D:\NamaSoftware cari folder dbfile
- sharing folder tersebut full
- pada client klik icon connect database dan arahkan ke server misal \\192.168.1.1\dbfile
- pilih file db yang nampak dan klik ok
- client sudah terhubung
jaringan komputer yang sudah
terpasang dengan baik jangan sampai dibiarkan begitu saja tanpa perawatan yang memadai sehingga fungsi
dari jaringan tersebut tidak berjalan dengan benar, untuk itu dibutuhkan Tips Merawat Jaringan Komputer
tersebut agar jaringan tetap berfungsi dengan baik sebagai jalur kompunikasi
antar beberapa unit komputer dalam jaringan. Jaringan yang dirawat di sini
adalah jaringan Local Area Network (LAN), bukan jaringan WAN.
Untuk merawat jaringan, kita perlu mengenal beberapa
perangkat yang ada dalam jaringan tersebut yaitu, komputer server, komputer
client, HUB/Switch Hub, kabel jaringan dan konektor. Beberapa komponen pokok
dalam jaringan tersebut di atas perlu juga untuk dirawat agar jaringan yang
terpasang benar-benar berfungsi dengan baik. Apa sajakah yang akan dilakukan
dalam merawat jaringan yang sudah dirancang tersebut ? ikutilah Tips Merawat
Jaringan Komputer berikut ini.
Perawatan
Komputer Server
Komputer server sebagai komputer pusat, tentu bekerja
secara terus menerus untuk melayani semua komputer client yang terhubung ke
server tersebut, hal ini membuat komputer server juga harus diperhatikan dalam
perawatan. Perawatan pada server sehubungan dengan data-data yang tersimpan
secara terpusat di server agar dikelola dengan baik, lakukan backup data pada
server secara berkala. Selain perawatan data, komputer server juga sebaiknya
terdiri dari dua unit yaitu server utama dan server pengganto, karena komputer
server biasanya bekerja tanpa henti 24 jam sehingga sewaktu-waktu apabila
terjadi kerusakan atau perawatan rutin, server pengganti akan dipasang untuk
menggantikan server utama.
Perawatan
Komputer client
Komputer client tidak seperti komputer server, kalau
salah satu komputer klien rusak, tidak samapi berpengaruh ke unit komputer lain
dalam jaringan. Berbeda dengan komputer server, apabila terjadi kerusakan maka
komunikasi dalam jaringan bisa terputus. Meski demikian komputer klien juga
tetap harus diberikan perawatan seperti membersihkan bagian dalam cpu dari
debu, membersihkan virus, melakukan defrag file dan lain-lain.
Perawatan Kabel Jaringan UTP
Jalur komunikasi dalam jaringan lokal selain wireless
adalah menggunakan kabel, jadi kabel selalu diperhatikan secara rutin
keberadaannya. Beradasarkan pengalaman saya mengelola lab komputer, kabel
merupakan komponen yang harus diperhatikan misalnya mengontrol posisi letak
kabel jaringan, apakah sering dilalui tikus atau tidak, karena tikus suka
sekali dengan memakan kabel. Kalau sering dilalui tikus, sebaiknya pasang
jebakan tikus, lem tikus atau apalah yang penting dengan tujuan mengusir tikus
agar tidak mengganggu kabel jaringan.
Perawatan Konektor RJ45
Konektor sebagai penghubung antara kabel dengan kartu
jaringan (LAN Card/Network Card) juga harus diberikan perhatian dalam
perawatan. Perawatan yang biasa saya lakukan di lab komputer yang saya kelola
adalah dengan membersihkan pin kuningan di setiap konektor. Memang sedikit
melelahkan karena pin konektor sangat kecil sehingga membutuhkan ketelatenan
untuk membersihkannya. Untuk membersihkan pin konektor bisa menggunakan ampelas
atau boleh juga menggunakan peniti untuk membersihkan jamur-jamur yang tumbuh
di sela tempat pin berada. Setelah dibersihkan, jangan lupa disikat dengan
sikat.
Perawatan HUB/Switch HUB
Selain server sebagai pusat pengolahan data, fungsi
HUB juga tidak kalah pentingnya, karena apabila HUB mengalami masalah, maka
komputer yang terhubung ke jaringan melalui HUB tersebut ikut bermasalah dan
tidak dapat berkomunikasi dengan baik dengan perangkat komputer yang lain.
Tempatkan HUB di ruangan yang bersuhu udara tidak terlalu panas, bersihkan bagian
luar casing HUB dari debu agar debu tidak terlalu banyak yang masuk ke bagian
dalam HUB.
Tips Merawat Jaringan Komputer di atas merupakan tips
secara garis besarnya saja, anda sebagai pengelola jaringan harus dapat
mengetahui rancangan jaringan yang ada sehingga memudah dalam perawatan,
misalnya menandai setiap kabel yang terhubng ke komputer klien dan komputer
server atau dari komputer ke HUB. Hal ini sangat penting untuk membantu dalam
melakukan perawatan jaringan komputer. Meski masih hanya sebatas garis besar
saja, namun saya berharap sedikit tips di atas dapat memberi manfaat bagi

